11 April 2008

nasihat ayatulloh


16 Nasihat Ayatullah Khomeini untuk Pembinaan Pribadi Muslim:

1. Sedapat-dapatnya berpuasalah setiap hari Senin dan Kamis
2. Shalatlah 5 waktu tepat pada waktunya dan berusahalah shalat tahajud
3. Kurangilah waktu tidur dan perbanyaklah membaca Al Quran
4. Perhatikanlah dan tepatilah sungguh-sungguh janjimu.
5. Berinfaklah kepada fakir miskin.
6. Hindarilah tempat-tempat maksiat
7. Hindarilah tempat-tempat pesta pora dan janganlah mengadakannya
8. Janganlah banyak bicara dan seringlah berdoa
9. Berpakaianlah secara sederhana
10. Berolahragalah.
11. Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku (agama, sosial, politik, sains, filsafat, sejarah, sastra dll)
12. Pelajarilah ilmu-ilmu teknik yang dibutuhkan negara Islam.
13. Pelajarilah ilmu tajwid dan bahasa Arab, serta perdalamlah
14. Lupakanlah pekerjaan-pekerjaan baikmu dan ingatlah dosa-dosamu yang lalu.
15. Pandanglah fakir miskin dari segi material, dan ulama dari segi spiritual.
16. Ikuti perkembangan umat Islam.

disarikan dari buku "Wasiat Sufi Ayatullah Khomeini"oleh Yamani

arti dunia

Bertanya seseorang kepada junjungan kita

“Wahai Rasulullah tercinta, bandingkan dunia ini dengan akhirat nanti.”

Menjawab Rasulullah SAW,

"Celupkan jarimu ke air lautan.

Air yang menetes dari ujung jarimu itulah dunia seisinya.

Air yang selebihnya di lautan,

air yang ada di seluruh samudera,

itulah akhirat nanti.”

Wahai alangkah kecil arti dunia

Wahai alangkah kerdil arti dunia

Wahai alangkah remeh arti dunia

Wahai alangkah debunya nilai dunia

Yang mengejar akhirat akan mendapat akhirat dan dunia

Yang mengejar dunia cuma mendapat dunia

---taufiq ismail---

03 April 2008

yang pernah bikin pusyiing..

Sosiologi Pengetahuan dan Konstruksi Sosial

Sosiologi pengetahuan, dalam pemikiran Berger dan Luckman (1966/1990), memahami dunia kehidupan (lebenswelt/life world) selalu dalam proses dialektis, antara the self (individu) dan dunia sosio kultural. Proses dialektis itu mencakup tiga momen simultan, yaitu eksternalisasi (penyesuaian diri dengan dunia sosio kultural sebagai produk manusia), objektivasi ( interaksi dalam dunia intersubjektif yang dilembagakan atau mengalami institusionalisasi), dan internalisasi (individu mengidentifikasi dengan lembaga-lembaga sosial atau organisasi sosial tempat individu menjadi anggotanya).

Fase eksternalisasi dan objektivasi merupakan pembentukan masyarakat yang disebut sebagai sosialisasi primer, yaitu saat dimana seseorang berusaha mendapatkan dan membangun tempatnya dalam masyarakat. Kedua fase ini membuat orang memandang masyarakat sebagai realitas objektif, disebut juga man in society. Tahap internalisasi, yang lebih lanjut agar pranata itu dapat dipertahankan dan dilanjutkan, haruslah ada pembenaran terhadap pranata tersebut, tetapi pembenaran itu dibuat juga oleh manusia sendiri melalui proses legitimasi yang disebut objektivasi sekunder. Pranata sosial merupakan hal yang objektif, independen dan tak tertolak yang dimiliki oleh individu secara subjektif. Ketiga momen dialektis itu mengandung feneomen-fenomen sosial yang yang saling bersintesa dan memunculkan suatu konstruksi kenyataan sosial, yang dilihat dari asal mulanya merupakan hasil ciptaan manusia, buatan interaksi subjektif.

Kenyataan sosial objektif yang terlihat dalam hubungan individu dengan lembaga-lembaga sosial dilandasi oleh aturan-aturan atau hukum merupakan produk manusia itu sendiri, bukan merupakan hakekat dari lembaga-lembaga itu. Ciri coersive yang menyertai struktur sosial yang objektif merupakan suatu perkembangan aktivitas manusia dalam proses eksternalisasi atau interaksi manusia dengan struktur-struktur sosial yang sudah ada. Kenyataannya aturan sosial tersebut akan terus berhadapan dengan proses eksternalisasi. Perubahan sosial dan strukturnya akan sangat tergantung bagaimana eksternalisasi berlangsung. Perubahan sosial akan terjadi bila eksternalisasi ternyata membongkar tatanan yang sudah terbentuk. Sedangkan dalam masyarakat stabil proses eksternalisasi individu-individu akan mengidentifikasi dirinya ke dalam peranan-peranan yang sudah mapan. Peranan menjadi unit dasar dasar dari aturan-aturan yang terlembaga secara objektif. Struktur objektif masyarakat tidak menjadi produk akhir dari suatu interaksi sosial, karena struktur berada dalam suatu proses objektivasi menuju suatu bentuk baru internalisasi yang akan melahirkan suatu proses proses eksternalisasi baru.

Struktur kesadaran subjektif individu dalam sosiologi pengetahuan menempati posisi yang sama dalam memberikan penjelasan kenyataan sosial. Setiap individu menyerap bentuk tafsiran tentang kenyataan sosial secara terbatas, sebagai cermin dari dunia objektif. Dalam proses internalisasi, tiap individu bebeda-beda dalam dimensi penyerapan, ada yang lebih menyerap aspek ekstern, ada juga yang ebih menyerap bagian intern. Tidak setiap individu dapat menjaga keseimbangan dalam penyerapan dimensi objektif dan dimensi subjektif kenyataan sosial itu. Kenyataan yang diterima individu dari lembaga sosial, menurut Berger, membutuhkan cara penjelasan dan pembenaran atas kekuasaan yang sedang dipegang dan dipraktekkan.

Pelembagaan pandangan atau pengetahuan oleh masyarakat itu akhirnya memperoleh generalitas yang paling tinggi, dimana dibangun suatu dunia arti simbolik yang universal, yang kemudian disebut sebagai pandangan hidup atau ideologi. Pandangan hidup yang diterima umum itu dibentuk untuk menata dan memberi legitimasi pada konstruksi sosial yang sudah ada serta memberikan makna pada pelbagai bidang pengalaman mereka sehari-hari. Legitimasi di sini adalah proses penjelasan (unsur kognitif) dan pembenaran (unsur normatif) dari suatu interaksi antara individu.

Dengan memandang masyarakat sebagai proses yang berlangsung dalam tiga momen dialektis yang simultan dan masalah legitimasi maka kenyataan sosial itu merupakan suatu konstruksi sosial buatan masyarakat sendiri dalam perjalanan sejarahnya dari masa silam, ke masa kini dan menuju masa depan. Konstruksi sosial itu sendiri pada gilirannya berkarakter plural, relatif, dan dinamis. Dalam arti, bahwa lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat memiliki kehendak dalam membangun realitas sosial, dan setiap kehendak tersebut harus berhadapan satu sama lain dan berusaha saling mendominasi. Masyarakat dalam dunia kehidupan mereka selalu terlibat dalam usaha dominasi, oleh sebab itu pertikaian diantara kelompok-kelompok sosial sering muncul.

31 Maret 2008

i hate 2 fallin' love

What do you get when you fall in love?
A guy with a pin to burst your bubble
That’s what you get for all your trouble.
I’ll never fall in love again.

What do you get when you kiss a guy?
You get enough germs to catch pneumonia,
After you do, he’ll never phone you,
I’ll never fall in love again.

Don’t tell me what is all about,
‘Cause I’ve been there and I’m glad I’m out,
Out of those chains, those chains that bind you,
That is why I’m here to remind you

What do you get when you fall in love?
You get enough tears to fill an ocean,
That’s what you get for your devotion,
I’ll never fall in love again.

What do you get when you fall in love?
You only get lies and pain and sorrow,
So, for at least until tomorrow,
I’ll never fall in love again!
I’ll never fall in love again!

Taken from :
Mary Chapin Carpenter – I’ll never fall in love again

25 Oktober 2007

monster anjing penjilat

Hari ini, monster anjing penjilat meggonggong lagi, seperti biasa gonggongannya sama sekali gak gagah, lebih mirip suara tikus got keserempet motor, liat lidahnya yang masih terus menjulur..netesin liur yang menjijikkan..hueekk cuih! Melintas di depannya harus ekstra hati-hati, salah-salah malah kena cipratan liur baunya itu..masih untung ga gigit, rabiesnya mematikan! My god..., rasanya hina sekali aku kalo sampe terkena sentuhannya! Tapi aku masih di sini, di dekatnya...It’s oke..gapapa, sekuat apapun kau keluarkan racun-racun di tubuhmu wahai monster anjing penjilat, tapi semua itu ga bakalan pernah mampu untuk membuat aku kalah, apalagi mati! Di mataku, kau cuma RUBBISH!!!

KSC-Jatiwaringin, 25 Oktober 2007, 13: 08


19 Oktober 2007

Flow..










Aku tak lagi menunggu
Dan aku tak akan lagi menunggu
Meski kotak waktuku belum lagi berselimut debu
Namun kuyakini, hari ini, aku beranjak
Padaku, kedatanganmu begitu sederhana
Menjadikanku kembali seperti air
Ku tau, dirimu bukan pula utara
Maka kemudian ku tau…aku…, tak berarah
Mugkin, pun
Sinarmu berbias menjadikanmu belantara pesona
Dan kubawakan diriku untuk kembali tersesat
Hari ini, aku beranjak
Aku tau, aku mulai terbenam
Dan kulalukanlah
Seperti pun gulir nyawa kehidupan
Karena jiwa ini menyadari
Aku terjebak menyayangimu……..

Jatimakmur, 19 Oktober 2007, 02:57